Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

Serangan Israel di Gaza: 73.658 Tewas, Hamas Tuduh Penghapusan Bukti Kejahatan

Serangan militer Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah menyebabkan 73.658 orang tewas hingga Senin (7/9/2026), melonjak dari 48.900 orang yang dilaporkan sebelumnya. Media Indonesia melaporkan 174.622 orang luka, dengan 30 korban baru masuk ke rumah sakit dalam 24 jam terakhir. Fasilitas kesehatan di Gaza tetap beroperasi 24 jam untuk menangani lonjakan pasien, meski menghadapi keterbatasan sumber daya akibat kerusakan infrastruktur masih. Pada periode pasca-gencatan senjata 11 Oktober, jumlah korban tewas bertambah 1.352 orang dan 4.511 orang luka. Sebanyak 826 jenazah berhasil dievakuasi, namun banyak korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan dan di jalan-jalan.

Hamas menuduh Israel melakukan upaya untuk menyembunyikan dan menghilangkan bukti dugaan genosida di Jalur Gaza melalui pemindahan, penghancuran, dan pengangkutan puing-puing yang diduga menjadi lokasi persemayaman jenazah ribuan orang yang hilang. Dalam pernyataannya pada Senin (7/7/2026), Hamas menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional dan serangan terhadap martabat para korban tewas. Hamas mendukung peringatan Pelapor Khusus PBB untuk situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina, Francesca Albanese, yang memperingatkan bahwa tindakan Israel berisiko menghapus jejak terkait dugaan kejahatan kekejaman di Gaza.

Perbedaan angka tercatat antara media: Media Indonesia melaporkan 73.658 korban tewas, sementara Warta Ekonomi menyebut lebih dari 73.000 warga Palestina tewas. Konflik yang dimulai sejak Oktober 2023 ini telah menyebabkan ratusan ribu rumah hancur dan jutaan orang terpaksa mengungsi. PBB dan berbagai negara asing terus mengutuk penggunaan kekuatan berlebihan, sementara 125 negara anggota ICC terikat untuk menangkap Benjamin Netanyahu jika memasuki wilayah mereka.

Menurut tiap media