Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

Hamas Tuduh Israel Berupaya Hapus Bukti Kejahatan di Gaza

Hamas menuduh Israel melakukan upaya untuk menyembunyikan dan menghilangkan bukti dugaan genosida di Jalur Gaza melalui pemindahan, penghancuran, dan pengangkutan puing-puing yang diduga menjadi lokasi persemayaman jenazah ribuan orang yang hilang akibat agresi Israel. Dalam pernyataannya pada Senin (7/7/2026), Hamas menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional dan serangan terhadap martabat para korban tewas, sekaligus merampas hak keluarga untuk mengubur jenazah kerabat mereka.

Hamas menyampaikan dukungan terhadap peringatan yang disampaikan oleh Pelapor Khusus PBB untuk situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina, Francesca Albanese. Albanese memperingatkan bahwa tindakan Israel berisiko menghapus jejak terkait dugaan kejahatan kekejaman di Gaza, dan menyerukan agar PBB, Mahkamah Pidana Internasional (ICC), serta badan terkait lainnya mengambil tindakan segera untuk melindungi situs yang berpotensi penting bagi penyelidikan.

Hamas juga menuntuk agar tim investigasi internasional dan para ahli forensik diizinkan masuk ke Gaza untuk mengawasi proses evakuasi jenazah, mendokumentasikan temuan, dan menjaga bukti yang ditemukan di lokasi. Konflik yang dimulai sejak Oktober 2023 ini telah menyebabkan lebih dari 73.000 warga Palestina tewal, ratusan ribu rumah hancur, dan jutaan orang terpaksa mengungsi.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait