Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Serangan Israel di Lebanon Selatan: 1.030 Proyektil dan Intensitas Pertempuran Meningkat

Pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) mencatat 1.030 proyektil ditembakkan di Lebanon selatan selama 21-27 Agustus 2024, dengan rata-rata 147 proyektil per hari. Serangan ini merupakan bagian dari konflik yang berlangsung sejak 2 Maret 2024, menyebabkan 4.352 orang tewas dan 12.318 orang terluka menurut Kementerian Kesehatan Lebanon. Pada akhir Agustus, militer Israel melakukan serangan intensif di beberapa wilayah termasuk al-Deir, Bukit Ali Al Taher, Mansouri, Haris, dan Nabatieh, dengan penggunaan pesawat tempur, artileri, dan rudal berpemandu.

Serangan udara dan artileri Israel menyasar permukiman dan infrastruktur di Lebanon selatan, termasuk ledakan kuat di antara Markaba dan Rab El Thalathine. Pesawat nirawak Israel juga meluncurkan rudal berpemandu ke sebuah bangunan di Jalan Nabih Berri, Kota Nabatieh, yang berhasil menghantam dinding lantai atas bangunan tersebut tanpa menyebabkan kerusakan besar. UNIFIL terus memantau situasi dan bekerja sama untuk mencegah eskalasi lebih lanjut, sementara pasukan Israel masih mendudari sejumlah area di Lebanon selatan.

UNIFIL menekankan pentingnya Resolusi Dewan Keamasan PBB 1701 yang mengatur penghentian permusuhan dan zona demiliterisasi di antara Sungai Litani dan Garis Biru. Mandat UNIFIL di Lebanon selatan dijadwalkan berakhir pada akhir 2024, sementara pemerintah Beirut bersikeras untuk mempertahankan kehadiran misi tersebut guna menjaga stabilitas. Ketegangan di wilayah Lebanon selatan tetap tinggi, dengan konflik bersenjawa yang sering melibatkan Israel dan kelompok milisi setempat.

Menurut tiap media