Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 11 Orang Termasuk Anak-Anak dan Petugas Medis

Serangan udara Israel di Lebanon selatan menyebabkan tewasnya 11 orang, termasuk dua anak-anak dan dua petugas medis, dengan lima orang luka. Pesawat tempur Israel menghancurkan sebuah bangunan tempat tinggal tiga lantai di Kafr Rouman, dekat Nabatieh, hingga rata dengan tanah. Sembilan jenazah evakuasi dari reruntuhan, sementara lima orang luka. Dalam serangan terpisah, drone Israel menghantam kendaraan sipil, menewaskan dua petugas medis dari Asosiasi Pramuka Risala Islam. Serangan juga dilakukan di Nabatieh al-Fawqa dan Arabsalim, menghancurkan sebuah rumah. Militer Israel sebelumnya memberi peringatan evakuasi untuk sebuah bangunan di Deir al-Zahrani sebelum menghancurkannya 22 menit kemudian. Serangan Israel telah menelusuri lebih dari 4.300 korban sejak Hizbullah meluncurkan roket ke Israel pada 2 Maret, memicu serangan udara dan darat Israel. Gencatan senjata Juni berhasil menurunkan kekerasan, namun pasukan Israel yang menduduki sebagian wilayah Lebanon selatan terus menghancurkan desa-desa di zona keamanan yang ditetapkan sendiri. Serangan terus dilakukan, baik di dalam zona tersebut maupun wilayah utara, sebagian besar tanpa peringatan evakuasi. Serangan ini dilakukan tanpa adanya peringantan peringatan evakuasi sebelumnya dari militer Israel. Sejak konflik memulai pada 2 Maret lalu, lebih dari 4.300 orang telah tewas di Lebanon akibat serangan Israel. Gencatan senyata yang disepakati pada Juni lalu berhasil menurunkan kekerasan secara signifikan, namun militer Israel tetap melancarkan serangan di wilayah yang dikuasainya. Serangan ini merupakan bagian dari serangkaian serangan Israel di Lebanon selama beberapa hari terakhir, termasuk serangan pada hari Minggu yang menewaskan tujuh orang.

Menurut tiap media