Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

Serbuan Tindakan AS-Iran di Selat Hormuz Membuat Harga Minyak Melonjak

AS menyerang Iran di Selat Hormuz untuk menghentikan penyebapan ranjau laut yang mengancam pasokan minyak dunia. Pasukan AS menghancurkan situs peluncuran Iran, sementara Iran menyerang Yordania dengan rudal yang dicegat. Konflik menyoroti ketidakseimbangan dalam perang ranjau, di mana Iran mengandalkan ancaman ranjau untuk menghambat navigasi, sementara AS harus menghilangkan semua ranjau untuk memastikan keamanan. Metode Iran yang menembakkan ranjau dari darat ke laut menunjukkan inovasi strategi pertempuran. Ahli memperingatkan bahwa pembersihan ranjau tidak dapat menjamin keamanan 100%, hanya mengurangi risiko.

Harga minyak dunia naik ke US$95 per barel pada Rabu (2/9) setelah serangan udara saling antara AS dan Iran memicu kekhawatiran gangguan pasokan. Kontrak Brent naik 0,92% dan WTI naik 0,89%. Serangan terjadi setelah IRGC menyerang pelayaran komersial di Selat Hormuz dan personel AS, diikuti balasan serangan AS pada target Iran. Selat Hormuz, rute penting yang sebelumnya mengantarkan 20% pasokan minyak global, kini ditutup untuk pelayaran komersial. Militer Yordania berhasil mencegat 10 dari 13 rudal balistik IRGC, sementara serangan pesawat nirawak terhadap pangkalan AS di Bahrain berhasil dilancarkan Iran. Di AS, persediaan minyak mentah turun 2,6 juta barel pada akhir Agustus.

Menurut tiap media