Shopee dan Inovasi Digital Mendorong Revitalisasi Industri Batik Indonesia
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Shopee Indonesia merayakan Hari Batik Nasional 2 Oktober dengan mengungkapkan motif Batik Parang dan Batik Kawung sebagai yang paling laris, sementara Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur menjadi provinsi penjual batik terbanyak. Malaysia dan Thailand diklaim sebagai destinasi ekspor utama melalui platform Shopee Festival Batik Nusantara (25 September-2 Oktober 2026) dengan diskon hingga 50% dan harga mulai Rp50 ribu. Nona Rara berhasil memasarkan batik modern secara internasional melalui Shopee sejak 2011.
Industri batik Indonesia mencatat 5.946 usaha di 11 provinsi dengan 47 ribu pekerja, sementara nilai ekspor naik dari US$15,20 juta (2024) ke US$20,14 juta (2025) namun menurun pada semester I 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Inovasi digital menjadi fokus pengembangan, seperti yang dilakukan Rumah Batik Jawa Timur dengan menggabungkan desain digital tetapi tetap mempertahankan proses tradisional batik tulis.
Upaya keberlanjutan meliputi pelatihan 700 sekolah dasar di Surabaya oleh Rumah Batik Jawa Timur serta partisipasi perempuan muda di Ulur Wiji dalam pengembangan keterampilan. Penyebutan destinasi ekspor Malaysia dan Thailand oleh Shopee tidak sepenuhnya selaras dengan data ekspor nasional yang menunjukkan fluktuasi nilai, namun keduanya mencerminkan upaya memperluas pasar batik secara digital dan tradisional bersamaan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Shopee Bocorkan Motif Batik yang Paling Laris, Ini Daftarnya
2 Oktober 2026 pukul 15.50 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Batik Hadapi Perubahan Selera Konsumen, Inovasi Digital Jadi Ruang Baru
3 Oktober 2026 pukul 10.39 · Baca aslinya ↗