Jakarta · Senin, 14 September 2026Cari
WargaKonoha

Sikap Iran Terkait Program Nuklir dan Traktat Non-Proliferasi Nuklir

Presiden Iran Masoud Pezeshkian membantah klaim bahwa Iran sedang mengupayakan senjata nuklir, menegaskan program nuklirnya telah diawasi secara ekstensif oleh inspeksi internasional. Pezeshkian menyatakan bahwa jika Iran ingin memiliki senjata nuklir, mereka tidak akan bergabung dengan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT). Ia menilai tuduhan nuklir hanyalah dalih untuk membenarkan agresi Amerika Serikat dan Israel, sementara Iran hanya melakukan pembelaan diri. Pezeshkian menegaskan komitmen terhadap NPT pada 12 September 2024.

Di sisi lain, terdapat perbedaan pernyataan mengenai kemungkinan perubahan kebijakan. Juru bicara parlemen Iran, Abbas Goudarzi, menyebut keluar dari NPT dan merevisi doktrin nuklir adalah langkah mudah untuk memiliki senjata nuklir, namun pemerintah tidak berniat melakukannya karena fatwa Ayatollah Khamenei. Namun, Media Indonesia melaporkan bahwa Iran membuka peluang revisi doktrin dan mempertimbangkan keluar dari NPT jika tekanan AS dan sekutunya terus berlanjut. Goudarzi menilai kerja sama dengan Washington sebagai tipu daya dan menekankan pendekatan tegas melalui logika kekuasaan.

Menurut tiap media