Sikap Iran Terkait Program Nuklir dan Traktat Non-Proliferasi Nuklir
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Presiden Iran Masoud Pezeshkian membantah klaim bahwa Iran sedang mengupayakan senjata nuklir, menegaskan program nuklirnya telah diawasi secara ekstensif oleh inspeksi internasional. Pezeshkian menyatakan bahwa jika Iran ingin memiliki senjata nuklir, mereka tidak akan bergabung dengan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT). Ia menilai tuduhan nuklir hanyalah dalih untuk membenarkan agresi Amerika Serikat dan Israel, sementara Iran hanya melakukan pembelaan diri. Pezeshkian menegaskan komitmen terhadap NPT pada 12 September 2024.
Di sisi lain, terdapat perbedaan pernyataan mengenai kemungkinan perubahan kebijakan. Juru bicara parlemen Iran, Abbas Goudarzi, menyebut keluar dari NPT dan merevisi doktrin nuklir adalah langkah mudah untuk memiliki senjata nuklir, namun pemerintah tidak berniat melakukannya karena fatwa Ayatollah Khamenei. Namun, Media Indonesia melaporkan bahwa Iran membuka peluang revisi doktrin dan mempertimbangkan keluar dari NPT jika tekanan AS dan sekutunya terus berlanjut. Goudarzi menilai kerja sama dengan Washington sebagai tipu daya dan menekankan pendekatan tegas melalui logika kekuasaan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
SINDOnews
Jika Iran Ingin Memiliki Senjata Nuklir, Pezeshkian: Kita Tidak Akan Bergabung dengan NPT
13 September 2026 pukul 15.16 · Baca aslinya ↗
Iran Bilang Mudah Miliki Senjata Nuklir: Keluar dari NPT dan Revisi Doktrin Nuklir
14 September 2026 pukul 10.49 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
Iran Buka Peluang Revisi Doktrin Nuklir dan Pertimbangkan Keluar dari NPT
14 September 2026 pukul 11.51 · Baca aslinya ↗