Iran Buka Peluang Revisi Doktrin Nuklir dan Pertimbangkan Keluar dari NPT
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran membuka ruang untuk merevisi doktrin nuklir dan mempertimbangkan keluar dari NPT. Abbas Goudarzi, juru bicara dewan parlemen Iran, menyatakan perubahan kebijakan dapat dilakukan jika tekanan AS dan sekutunya terus berlanjut. Ia menilai Iran perlu menghadapi Amerika dengan pendekatan tegas melalui bahasa kekerasan dan logika kekuasaan. Pernyataan ini muncul setelah kembali marahnya hubungan kedua negara, termasuk klaim Iran menyerang kapal perang AS dan pangkalan di Yordania, sekaligus balasan serangan AS terhadap kapal tanker Iran. Meski demikian, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan komitmen tetap terhadap NPT pada 12 September 2024. Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan kesepakatan nuklir sulit terwujud dan opsi penghancuran kemampuan nuklir Iran mungkin diperlukan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 10.49
Iran Bilang Mudah Miliki Senjata Nuklir: Keluar dari NPT dan Revisi Doktrin Nuklir
SINDOnews · 13 September 2026 pukul 15.16
Jika Iran Ingin Memiliki Senjata Nuklir, Pezeshkian: Kita Tidak Akan Bergabung dengan NPT
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 05.15
Pakar Ini Yakin Iran Akan Berupaya Memiliki Senjata Nuklir, Ini 4 Pemicunya
Berita terkait
Akankah Iran Mundur dari Perjanjian Nonproliferasi Nuklir?
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 10.39
Iran Isyaratkan Ubah Doktrin Nuklir setelah Diserang AS
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 07.32
Iran Kecam Keras Modernisasi Persenjataan Nuklir AS
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 13.57
Iran: Perluasan Persenjataan Nuklir AS Ancaman bagi Seluruh Umat Manusia!
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 07.48