Jakarta · Jumat, 28 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Skandal Penutupan Kasus Orang Hilang di Jeju, 4 Polisi Dicopot

Skandal penutupan kasus orang hilang di Pulau Jeju, Korea Selatan, mencengkerang publik setelah seorang polisi berinisial Bu (30-an tahun) dituduh menutup kasus sebelum melakukan penyelidikan yang layak. Bu, yang bertugas di Kantor Polisi Jeju Seobu, dituduh mengklaim korban dalam kondisi selamat padahal mereka telah tewas. Salah satu kasusnya melibatkan Jang Mi Ran, wanita 37 tahun yang dilaporkan hilang sejak 15 Mei 2026 dan jenazahnya ditemukan pada 24 Agustus 2026, 104 hari setelah dilaporkan hilang. Bu juga diduga menutup kasus orang hilang lainnya melibatkan seorang pria berusia 60-an tahun, yang jenazahnya ditemukan pada 22 Agustus 2026.

Badan Kepolisian Nasional Korsel (NPA) mengumumkan bahwa setidaknya empat perwira senior di Kantor Polisi Jeju Seobu telah dicopot dan dinonaktifkan terkait kasus ini. Mereka termasuk Kepala Kantor Polisi Jeju Seobu, Kepala Divisi Detektif, dan ketua tim kepolisian yang menangani kasus orang hilang. NPA sedang melakukan pemeriksaan internal untuk menentukan tanggung jawab para perwira senior atas kegagalan dalam komando dan pengawasan.

Empat orang yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan meninggal secara berurutan dalam rentang 22 hingga 24 Agustus 2026. Polisi memastikan keempat kasus ini tidak saling berkaitan dan belum ada bukti adanya ancaman keamanan terorganisasi. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran publik terhadap sektor keamanan pariwisana Jeju, yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian pulau. Pada 2025, Jeju menerima sekitar 13,36 juta wisatawan, termasuk 2,24 juta wisatawan internasional. Dampak penuh terhadap jumlah kunjungan wisatawan masih perlu diamati dalam beberapa pekan mendatang.

Menurut tiap media