Jakarta · Senin, 28 September 2026Cari
WargaKonoha

Starbucks Tutup 250 Gerai di Amerika Utara, Proyeksi Biaya Restrukturisasi Rp 5,3 Triliun

Starbucks akan menutup sekitar 250 gerai berkinerja buruk di Amerika Utara, yang setara dengan sekitar 1% dari total 18.000 lokasi di wilayah tersebut. Langkah ini dilakukan karena gerai-gerai tersebut dianggap tidak layak secara finansial dan gagal memberikan pengalaman pelanggan yang diinginkan. Perusahaan memperkirakan biaya restrukturisasi mencapai US$ 300 juta (Rp 5,37 triliun), dengan sebagian besar biaya akan diselesaikan pada akhir tahun fiskal 2026.

Biaya restrukturisasi tersebut meliputi alokasi US$ 200 juta untuk pesangon karyawan dan pengakhiran sewa lebih awal. Meskipun melakukan penutupan, Starbucks tetap berkomitmen pada pertumbuhan jangka panjang melalui pembukaan kedai di lokasi yang lebih strategis. Namun, target pembukaan gerai global tahun ini turun menjadi 440 lokasi dari target awal 600 hingga 650 lokasi.

Strategi ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang CEO Brian Niccol untuk merombak bisnis melalui renovasi gerai, peningkatan layanan, dan penyederhanaan menu. Upaya pemulihan penjualan juga dilakukan dengan memotong toko yang tidak profitabel, mengoptimalkan operasional melalui penutupan kantor regional, dan memangkas posisi di perusahaan.

Menurut tiap media