Strategi Mitigasi El Nino: Pompanisasi, Irigasi, dan Benih Tahan Kekeringan
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Mentan Andi Amran Sulaiman menyampaikan strategi pemerintah menghadapi dampak El Nino meliputi pompanisasi, pembangunan irigasi, peningkatan produktivitas, serta penggunaan benih tahan kekeringan. Dengan langkah-langkah mitigasi ini, pemerintah berharap menjaga keamanan pangan hingga akhir tahun. Produksi beras mencapai lebih dari 31 juta ton dengan perkiraan bertambah hingga 34 juta ton pada akhir tahun. Data Kementerian Pertanian mencatat luas lahan gagal panen (puso) pada 2026 sekitar 18.000 hektare, lebih rendah dibanding 2023 yang mencatat 25.000 hektare. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan dampak El Nino terhadap lahan pertanian pada 2026 lebih kecil dibandingkan 2023. Luas lahan puso pada 2026 mencapai 18 ribu hektare, berkurang dari 25 ribu hektare pada 2023. Penurunan ini sebagian ditujukkan oleh program pompanisasi dan perbaikan irigasi yang telah dilakukan pemerintah. Amran menjelaskan pemerintah telah menyiapkan empat langkah mitigasi: pompanisasi, perbaikan irigasi, peningkatan produktivitas pertanian hingga dua kali lipat melalui metode PM AAS, dan penggunaan benih yang tahan kekeringan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
Mentan Ungkap Strategi Hadapi El Nino, Pompanisasi hingga Benih Tahan Kekeringan
2 September 2026 pukul 14.25 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Cegah Sawah Puso Efek El Nino, Amran Gencar Lakukan Ini
2 September 2026 pukul 18.40 · Baca aslinya ↗