Jakarta · Selasa, 6 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Strategi Pengadaan dan Stabilitas Harga BBM Indonesia Pasca-Konflik Timur Tengah

Konflik Timur Tengah menyebabkan Indonesia kehilangan 25% sumber impor BBM. Pemerintah dan PT Pertamina mengubah strategi pengadaan dari mekanisme lelang yang sepi peminat menjadi sistem perburuan (hunting) pasokan langsung dari negara dengan kelebihan stok, seperti Amerika Serikat, Angola, Afrika, dan Amerika Latin. Meski berpotensi meningkatkan harga beli, langkah ini diambil untuk menjamin ketersediaan energi nasional dengan ketahanan stok saat ini berada pada level 18-20 hari.

Untuk mengendalikan inflasi September 2026 yang mencapai 3,28% (yoy), pemerintah mempertahankan harga BBM bersubsidi jenis bensin dan solar, terutama bagi petani dan nelayan. Bensin berkontribusi 0,31% terhadap inflasi tersebut. Terkait antrean BBM di beberapa daerah, Kementerian ESDM menegaskan hal itu terjadi akibat hambatan distribusi fenomena El Nino yang mengeringkan alur sungai, bukan karena kelangkaan pasokan.

Di sisi lain, harga BBM dan avtur Indonesia dinilai kompetitif dan relatif termurah dibandingkan beberapa negara ASEAN dan Asia. Sebagai contoh, harga RON 92 Indonesia (Rp15.950/liter) lebih rendah dari Thailand, Filipina, dan Singapura. Perbedaan harga antarnegara dipengaruhi oleh komponen harga dan kebijakan pajak masing-masing negara.

Menurut tiap media