Konflik Timur Tengah Pangkas 25% Sumber Impor BBM, ESDM Cari Alternatif
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Konflik geopolitik di Timur Tengah menyebabkan Indonesia kehilangan 25% sumber impor BBM. Menanggapi hal ini, Kementerian ESDM melakukan diversifikasi sumber impor melalui strategi pencarian langsung ke negara yang memiliki kelebihan stok. Langkah ini diambil karena mekanisme lelang biasa mengalami kendala akibat minimnya peserta, meskipun berpotensi meningkatkan harga pembelian.
Pemerintah berkomitmen menjaga harga BBM subsidi tetap stabil bagi masyarakat, nelayan, dan petani guna mengendalikan inflasi. Saat ini, ketahanan stok BBM nasional terjaga pada level 18 hingga 20 hari. Berdasarkan data BPS, inflasi September 2026 mencapai 3,28% (yoy), dengan kontribusi bensin sebesar 0,31%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 08.50
Mendekati Akhir Tahun, Stok BBM RI Dipastikan Aman Hingga 20 Hari
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 08.15
RI Kehilangan 25% Sumber Impor BBM, Begini Siasat ESDM
CNBC Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 13.55
RI Ternyata Sempat Kehilangan 25% Sumber Impor BBM
Liputan6.com · 5 Oktober 2026 pukul 22.30
BBM Subsidi Diburu, Bahlil Buka Suara soal Stok dan Antrean SPBU
Berita terkait
Harga BBM Pertamina Masih Kompetitif di ASEAN, Ini Buktinya
Warta Ekonomi · 5 Oktober 2026 pukul 16.45
Harga BBM Jadi Penyumbang Inflasi, Ini Kata Kementerian ESDM
Warta Ekonomi · 5 Oktober 2026 pukul 14.38
China Hentikan Ekspor BBM, Kementerian ESDM Berburu Sumber Impor Alternatif
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 20.15
Siasat ESDM Tekan Impor Minyak Mulai 2027
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 14.50