Studi ITB: Transportasi Dominan Sumbang Polusi Udara Jakarta, Truk Diesel Penyumbang Terbesar
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Sebuah studi oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) menilai kontribusi sektor transportasi sebagai penyumbang polusi udara tertinggi di Jakarta. Menurut CNN Indonesia, kendaraan diesel memberikan kontribusi 32,4% terhadap PM2.5, diikuti kendaraan bensin 26,9%, dan secondary sulfate 20,3%, yang secara keseluruhan menyumbang 79,6%. Sementara itu, Media Indonesia melaporkan bahwa kendaraan diesel secara keseluruhan menyumbang 33,1% emisi PM2.5, dengan total sektor transportasi mencapai 59,3%. Perbedaan ini mungkin disebabkan oleh metodologi pengukuran atau kategori kendaraan yang berbeda. Truk diesel diidentifikasi sebagai sumber utama, membutuhkan penerapan Diesel Particulate Filter (DPF) dan bahan bakar berkualitas tinggi.
Studi ini juga menemukan adanya polusi regional dari kawasan industri pinggiran yang masuk ke Jakarta. PM2.5 berbahaya karena ukurannya kecil dan dapat menembus saluran napas, berisiko menyebabkan asma, ISPA, kanker paru-paru, hingga kematian. Tim peneliti ITB menyarankan penerapan standar bahan bakar ketat, adopsi kendaraan Euro IV atau listrik, serta perluasan transportasi publik. Jakarta juga diberitakan peringkat ketiga terburuk di dunia dengan AQI antara 162 hingga 181.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini masih mengandalkan penyemprotan air dan modifikasi cuaca untuk menurunkan tingkat polusi udara. Para ahli menekankan pentingnya kebijakan yang spesifik menargetkan kendaraan berat serta koordinasi lintas daerah Jabodetabek untuk mengatasi masalah ini secara efektif.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNN Indonesia
Studi ITB: Polusi Udara Jakarta Terbanyak Disumbang dari Transportasi
20 Agustus 2026 pukul 15.01 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
Truk Sumbang 34,96% Emisi PM2.5 Sektor Transportasi Jakarta
20 Agustus 2026 pukul 15.05 · Baca aslinya ↗