Studi ITB: Polusi Udara Jakarta Terbanyak Disumbang dari Transportasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Studi ITB menunjukkan sektor transportasi menyumbang polusi udara tertinggi di Jakarta, diikuti industri, pembakaran sampah, dan konstruksi. Tiga sumber PM2.5 terbesar adalah kendaraan diesel (32,4%), kendaraan bensin (26,9%), dan secondary sulfate (20,3%), yang secara gabungan memberikan kontribusi 79,6%.
PM2.5 berbahaya karena ukurannya kecil dan dapat menembus saluran napas, berisiko menyebabkan asma, ISPA, kanker paru-paru, hingga kematian. Studi juga menemukan polusi regional dari kawasan industri pinggiran yang masuk ke Jakarta.
Tim peneliti ITB menyarankan penerapan standar bahan bakar ketat, adopsi kendaraan Euro IV/elektrik, wajib pakai Diesel Particulate Filter (DPF), dan perluasan transportasi publik. Pemprov DKI saat ini masih mengandalkan penyemprotan air dan modifikasi cuaca untuk menurunkan polusi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 15.05
Truk Sumbang 34,96% Emisi PM2.5 Sektor Transportasi Jakarta
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 15.36
Pramono Anung Akui masih Pertimbangkan soal Nasib Jalur Sepeda di Jakarta
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 14.43
Pramono Sebut Suralaya Ikut Sumbang Polusi Jakarta, Minta Pusat Turun Tangan
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 13.41
Pramono Targetkan 10 Ribu Bus Listrik Mengaspal di Jakarta pada 2030
Berita terkait
Kualitas Udara Jakarta Peringkat Tiga Terburuk Dunia
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 08.38
Bikin Hujan Buatan Sulit Dilakukan di Jakarta, Pramono Minta Damkar Siram Jalanan
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 12.15
Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat di Hari Kemerdekaan, Warga Diimbau Pakai Masker
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 06.27
Polusi Jakarta Disorot, BPBD DKI Ungkap Kendala untuk Modifikasi Cuaca
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 15.36