Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Studi Microgravitasi dan Perubahan Metabolik pada Astronaut: Dampak pada Sistem Pencernaan

Studi yang dipublikasikan di Nature Communications pada 29 Juni 2026 menganalisis 488 sampel darah dari 52 astronaut ISS selama periode 2006-2018 untuk mengungkap penyebab sembelit di luar angkasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikrogravitasi memperlambat pergerakan makanan di usus, sekaligus menyebabkan perubahan pada bakteri usus yang beralih fermentasi protein lebih intens. Dari 40 senyawa metabolit yang berubah, beberapa meningkat selama misi dan mereda setelah kembali Bumi. Di antara perubahan metabolik yang terdeteksi, perbedaan pola makan (kafein, ikan, lemak) hanya menyumbang kurang dari 5% terhadap total perubahan.

Penelitian ini menegaskan bahwa sembelit pada astronaut di luar angkasa lebih didasari oleh gravitas rendah daripada faktor makanan. Selain itu, penelitian lain menyebutkan bahwa fermentasi berlebih dapat menimbulkan risiko gangguan konsentrasi, suasana hati, bahkan kerusakan ginjal, terutama pada misi Mars yang lebih lama. Untuk mengatasi masalah ini, solusi yang ditawarkan meliputi penambahan serat dan karbohidrat fermentasi lambat, serta penggunaan toilet dengan aliran udara di ISS untuk mengelola limbah tanpa gravitasi.

Menurut tiap media