Studi Sebut Ozempic Turunkan Risiko Rawat Inap Pasien Bipolar hingga 21%
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Studi dari Griffith University Australia menemukan bahwa penggunaan semaglutide, zat aktif dalam Ozempic dan Wegovy, berkaitan dengan penurunan risiko rawat inap psikiatri pada pasien gangguan bipolar. JPNN.com melaporkan studi ini dilakukan pada 14.694 pasien di Swedia selama periode 2009-2024, dengan 5.200 pengguna GLP-1 mengalami penurunan risiko sebesar 21 persen. Sementara itu, Media Indonesia menyebutkan analisis data 15.000 pasien selama 15 tahun dengan hasil serupa yakni penurunan risiko hingga 21 persen.
Kedua sumber menyebutkan bahwa semaglutide juga dikaitkan dengan penurunan risiko rawat inap akibat kekambuhan gangguan bipolar, meskipun persentasenya berbeda. JPNN.com melaporkan penurunan sebesar 17 persen, sementara Media Indonesia tidak menyebutkan angka spesifik untuk komponen ini.
Media Indonesia menambahkan bahwa semaglutide diduga membantu menstabilkan kondisi mental dengan meredam 'kebisingan makanan' dan mengatur lonjakan dopamin, serhingga mencegah fase mania dan depresi. Studi sebelumnya juga menunjukkan penurunan berat badan hingga 9,21 kg pada pasien skizofrenia. Para ilmuwan menekankan perlunya penelitian lanjutan untuk memahami interaksi jangka panjang obat ini dengan sistem saraf pusat.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
JPNN.com
Studi Terbaru Sebut Ozempic Berpotensi Bantu Pasien dengan Gangguan Mental Serius
10 September 2026 pukul 04.38 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
Studi Terbaru: Ozempic Kurangi Risiko Rawat Inap Pasien Bipolar
10 September 2026 pukul 10.21 · Baca aslinya ↗