Sungai Kapuas Kering, Kapal Tongkang Batu Bara Tak Bisa Berlayar
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Sungai Kapuas di Kalimantan Barat mengalami kekeringan akibat kemarau panjang selama empat bulan, menyebabkan kapal tongkang pengangkut batu bara tidak dapat berlayar. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menegaskan penyebab utama bukan karena kebijakan pembatasan kuota produksi, melainkan karena menyusutnya kedalaman air sungai secara teknis. Fenomena ini berdampak langsung pada mobilisasi logistik pertambangan, khususnya di wilayah Kalimantan Timur, dengan kapal-kapal tertahan menunggu kondisi air membaik. Di Kampung Sungai Raya, Kecamatan Sekadau Hilir, tampak hamparan pasir yang selama ini berada di dasar sungai kini terpapar begitu luas. Kapal tongkang pun kandas di tengah aliran sungai sudah hampir tiga bulan, menjadi daya tarik baru bagi warga yang menggunakan lokasi ini sebagai tempat rekreasi dan menikmati pemandangan matahari terbenam.
Kapal tongkang yang tersangkut di dasar Sungai Kapuas, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat bukan disebabkan oleh pembatasan produksi, melainkan akibat surutnya debit air sungai. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan, kondisi ini terjadi karena kemiringan air yang tidak mencukupi untuk menggerakkan kapal tongkang. Yuliot memastikan kondisi ini melalui inspeksi langsung di lokasi kejadian di Kalimantan Barat. Kapal tongkang tersebut terdampar saat mengangkut kernel sawit dari Sejiram ke Tayan. Sungai Kapuas mengalami kekeringan parah setelah empat bulan tanpa hujan, sehingga banyak warga lokal dan wisatawan datang ke lokasi untuk melihat kapal yang tersangkut. Fenomena serupa terjadi di beberapa sungai dan danau di Kalimantan akibat suhu panas ekstrem.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNBC Indonesia
Sungai Kapuas Kering, Kapal Tongkang Batu Bara Tak Bisa Berlayar
2 September 2026 pukul 19.15 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
Kapal Tongkang Tersangkut di Kapuas, ESDM: Air Surut, Bukan Produksi
3 September 2026 pukul 04.45 · Baca aslinya ↗