Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Penurunan Approval Rating Prabowo-Gibran dan Ketegangan Dalam Konstelasi Politik

Survei Tempo Data Science mencatat penurunan kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran dari 75 persen pada Desember 2025 menjadi 37 persen pada Agustus 2026, dengan penurunan bertahap melalui 56 persen pada Maret 2026. Henri Subiakto menyarankan Presiden Prabowo melakukan introspeksi untuk mempertahankan posisinya hingga akhir masa jabatan 2029, sekaligus menyoroti peran Gibran yang dahulu mendukung kemenangan Prabowo dalam Pilpres 2024 namun kini konstelasi politik berubah. Pengamat politik Syahganda Nainggolan membandingkan dinamika antara Prabowo dan Gibran dengan kasus penyingkiran Sara Duterte oleh Ferdinand Marcos Jr. di Filipina, mengindikasikan Gibran tidak diajak dalam perjalanan dinas, tidak diberi peran strategis dalam rapat kabinet, dan tidak duduk di samping Presiden dalam pertemuan resmi. Hanta Yuda merumuskan lima agenda strategis untuk meningkatkan approval rating, meliputi perlindungan daya beli melalui lapangan kerja masif dan BLT, pengalibrasan MBG serta KDMP, pemberantasan korupsi, soliditas hubungan presiden-wakil presiden, serta kehadiran oposisi proporsional di parlemen.

Menurut tiap media