Jakarta · Jumat, 11 September 2026Cari
WargaKonoha

Target Implementasi dan Rencana Produksi Bioetanol E20 di Indonesia

Kementerian ESDM menargetkan penerapan pencampuran bensin dengan bioetanol 20% (E20) pada 2028 untuk mengurangi impor bensin dan emisi gas rumah kaca. Implementasi dilakukan bertahap mulai dari E5 di Jawa pada 2026, kemudian meluas ke Bali pada 2027, dan menurut kumparan, berlanjut ke Lampung pada 2029. Pemerintah menyiapkan regulasi melalui revisi Perpres 40 tahun 2023 serta penghapusan pungutan cukai untuk mendorong investasi pabrik pengolahan dari bahan baku lokal seperti tetes tebu, singkong, jagung, dan aren.

Terdapat perbedaan data mengenai kebutuhan produksi dan jumlah pabrik. CNBC Indonesia menyebut kebutuhan bioetanol murni mencapai 1,2 juta kiloliter untuk tahap E10 pada 2027 dan 1,39 juta kiloliter saat E20 pleno, dengan kebutuhan 20 pabrik baru pada 2027. Sementara itu, kumparan mencatat kebutuhan bioetanol murni sebesar 333.000 kiloliter pada 2026 dan 1,47 juta kiloliter pada 2028, dengan rencana penambahan pabrik secara bertahap: 15 pabrik pada 2026, 20 pabrik pada 2028, serta masing-masing 11 pabrik pada 2029 dan 2030.

Menurut tiap media