Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen 2027 Dikritik Terlalu Optimis
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen pada 2027 berdasarkan RAPBN yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dinilai tidak realistis oleh Nailul Huda dari Center of Economic and Law Studies (Celios). Ia memproyeksikan pertumbuhan maksimal hanya mencapai 4,7 persen, didorong oleh menyempitnya ruang fiskal pasca mesin belanja pemerintah terkuras pada 2025–2026. Target inflasi pemerintah sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen juga dianggap terlalu ketat mengingat tekanan kenaikan harga pangan yang akan datang.
Faktor penekan ekonomi meliputi pelemahan konsumsi rumah tangga akibat peningkatan PHK pada 2026, potensi kenaikan inflasi dari biaya produksi dan harga pangan, serta tekanan pada belanja negara akibat normalisasi program MBG dengan pemotongan anggaran. Di tingkat desa, perputaran ekonomi tergerus karena Dana Desa digunakan untuk cicilan utang program Kopdes Merah Putih ke bank Himbara.
Secara global, pertumbuhan melambat akibat ketidakpastian geopolitik seperti konflik di Timur Tengah. Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan global 2,8 persen, OECD 3,1 persen, dan IMF 3,4 persen. Perlambatan ekonomi di China dan AS, serta kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS dan Jepang, memperkuat kekhawatiran akan pencapaian target pertumbuhan 6 persen.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
JawaPos
Ekonom sebut Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen di 2027 Tidak Realistis
17 Agustus 2026 pukul 19.15 · Baca aslinya ↗
SINDOnews
Pertumbuhan Tahun Depan Dipatok 6%, Ekonom Wanti-wanti Daya Ungkit Ekonomi Lemah
18 Agustus 2026 pukul 07.35 · Baca aslinya ↗