Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pertumbuhan Tahun Depan Dipatok 6%, Ekonom Wanti-wanti Daya Ungkit Ekonomi Lemah

Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto mengandalkan asumsi makro yang dinilai terlalu optimis. Target pertumbuhan ekonomi sebesar 6% dan batas inflasi 2,5% plus minus 1 persen dianggap tidak realistis oleh Nailul Huda, Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios). Menurutnya, pertumbuhan global sedang melambat akibat ketidakpastian geopolitik, seperti konflik bersenjata di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu jalur perdagangan dunia.

Berbagai lembaga keuangan internasional memproyeksikan pertumbuhan global yang lebih rendah. Bank Dunia memperkirakan 2,8%, OECD mencapai 3,1%, dan IMF menetapkan 3,4%. Proyeksi ini sejalan dengan perlambatan pertumbuhan di negara-negara ekonomi besar seperti China dan Amerika Serikat (AS).

Huda menambahkan, pada kancah domestik, pertumbuhan ekonomi dalam negeri dianggap rapuh. Beberapa bank sentral, termasuk AS dan Jepang, telah memulai kenaikan suku bunga acuan, yang berpotensi memicu tekanan pada perekonomian. Dengan kondisi global dan nasional yang dinamis namun melemah, pencapaian target pertumbuhan 6% dipertanyakan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait