Telkom Indonesia Lakukan Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menyelesaikan RUPSLB pada 30 September 2026 untuk memisahkan aset wholesale fiber connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia). Transaksi spin-off sebagai bagian dari strategi TLKM 30 dilakukan dengan persetujuan pemegang saham independen melalui POJK No. 42/POJK.04/2020. RUPSLB juga menyetujui perubahan pengurus Telkom dengan struktur yang lebih fokus menuju model Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo).
InfraNexia terbentuk untuk mengelola lebih dari 90% aset infrastruktur jaringan Telkom, meliputi sekitar 112.000 km jaringan fiber optic termasuk 26.000 km SKKL domestik. Nilai transaksi spin-off dinyatakan berbeda antara media: Warta Ekonomi menyebut Rp85,7 triliun, sementara Detik.com (dua artikel) masing-masing menyebut Rp49,9 triliun dan Rp85,7 triliun. Perusahaan berfokus pada bisnis wholesale connectivity dan FTTx dengan model carrier-neutral serta open-access.
Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menyatakan spin-off ini memperkuat transformasi Telkom menuju Strategic Holding serta memberi InfraNexia fleksibilitas untuk berkembang optimal. InfraNexia diarahan menjadi AI Ready Infrastructure yang terbuka, terintegrasi, dan dapat dimanfaatkan bersama untuk mendukung pertumbuhan ekosistem digital Indonesia. InfraNexia mengelola jaringan yang mencakup 4 area, 12 regional, dan 61 distrik di seluruh Indonesia.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Warta Ekonomi
RUPSLB Telkom 2026 Setujui Spin-Off InfraCo dan Perubahan Pengurus, Tunjuk Dirut Baru Perseroan
1 Oktober 2026 pukul 13.45 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Bos Baru Telkom Ungkap Nasib Karyawan Usai Pemindahan Aset Fiber
1 Oktober 2026 pukul 16.50 · Baca aslinya ↗
Telkom Spin-Off Infrastruktur, InfraNexia Bidik Pasar di Luar Grup
2 Oktober 2026 pukul 15.41 · Baca aslinya ↗