Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Tiyo-Dhana Sosialisasikan Gagasan Berpikir Kepulauan untuk Indonesia Emas 2045

Duet muda Tiyo Ardianto dan Dhana Baswara bertemu dalam diskusi tertutup di Solo pada Sabtu, 22 Agustus 2026, untuk mengembangkan gagasan berpikir kepulauan (Archipelagic Thinking) sebagai kerangka pemikiran bagi generasi muda Indonesia di era Indonesia Emas 2045. Tiyo, mahasiswa Fakultas Filsafah UGM yang sedang menyelesaikan skripsinya, dan Dhana, yang memiliki latar belakang kebijakan publik dari Universitas Sussex, Inggris, menemukan keselarasan pemikiran kuat dalam pertemuan tersebut.

Gagasan berpikir kepulauan ini mengusung pendekatan berbasis tradisi dan kearifan lokal, terinspirasi dari pengalaman Dhana di Inggris, di mana masyarakat tetap menjaga tradisi meskipun terbuka dan liberal. Konsep ini mengkritik sikap kebijakan pemerintah yang cenderung bersifat "one size fits all", mengabaikan keunikan dan kekayaan tiap daerah. Kedua tokoh ini berencana mengadakan roadshow nasional untuk menyerap aspirasi generasi milenial dan Generasi Z mengenai masa depan daerah mereka.

Roadshow yang direncanakan akan menggunakan berbagai format seperti diskusi terbuka, siniar, atau dokumenter, meskipun format tersebut mas masih dalam pembahasan. Tiyo menekankan bahwa krisis moral dan etika yang melanda kalangan elite, termasuk korupsi masif, membutuhkan perubahan jangka panjang, sehingga penting untuk menanamkan kesadaran moral dan budaya yang tinggi pada generasi muda sebagai fondasi pemikiran untuk pemimpin di Indonesia Emas 2045.

Menurut tiap media