Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Trump dan Iran Bergulat, Ketegangan Meluas ke Teluk dan Yaman

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Iran dalam wawancara dengan Fox News, menyatakan bahwa ia telah memasuki fase keputusan kritis terkait konflik yang sedang berlangsung. Trump menegaskan bahwa pilihan yang dimilikinya meliputi tiga opsi: menghancurkan Iran secara militer, memberikan sanksi ekonomi yang lebih keras, atau mencari solusi diplomasi melalui perundingan. Ia menyampaikan bahwa "hal-hal yang sangat besar" akan terjadi dalam waktu dekat jika Teheran tidak mengubah sikapnya. Trump juga menyeindir bahwa perang dengan Iran mungkin berakhir setelah pemilihan paruh waktu (midterms) pada November mendatang.

Di sisi lain, Komando Pusat Militer Iran merespons ancaman tersebut dengan peringatan yang tak kalah kerasnya. Mereka mengklaim telah memiliki intelijen mengenai persiapan serangan baru dari AS dan mengancam akan memberikan "balasan berkelanjutan" terhadap pangkalan militer serta kepentingan AS dan sekutunya di wilayah Timur Tengah. Eskalasi ketegangan ini menjadi sumber kekhawatiran bagi sekutu AS di Teluk, yang telah mengalami dampak signifikan akibat konflik ini, termasuk serangan rudal dan drone dari Iran serta gangguan terhadap jalur laut kritis seperti Selat Hormuz.

Ketegangan semakin meningkat pada akhir pekan ini ketika kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke ibu kota Saudi, Riyadh. Video yang beredar menunjukkan asap hitam mengepul dari area bandara internasional utama kota tersebut. Sebagai tanggapan, Departemen Luar Negeri AS merilis peringatan keamanan yang mendorong warga negara AS untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersiap menghadapi kemungkinan eskalasi lebih lanjut, termasuk pembatalan penerbangan hingga penutupan wilayah udara di wilayah Timur Tengah.

Menurut tiap media