Trump Kembali Ultimatum Iran: Pilih Berunding Atau 'Diledakan' AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Iran, menyatakan bahwa ia telah memasuki fase keputusan kritis terkait konflik yang sedang berlangsung. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menegaskan bahwa pilihan yang dimilikinya meliputi tiga opsi: menghancurkan Iran secara militer, memberikan sanksi ekonomi yang lebih keras, atau mencari solusi diplomasi melalui perundingan. Ia menyampaikan bahwa "hal-hal yang sangat besar" akan terjadi dalam waktu dekat jika Teheran tidak mengubah sikapnya. Trump juga menyatakan kemungkinan akan bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam Sidang Umum PBB (UNGA 81) yang berlangsung dari 18 hingga 28 September di New York. Sehingga, ia menyeindir bahwa perang dengan Iran mungkin berakhir setelah pemilihan paruh waktu (midterms) pada November mendatang.
Di sisi lain, Komando Pusat Militer Iran merespons ancaman tersebut dengan peringatan yang tak kalah kerasnya. Mereka mengklaim telah memiliki intelijen mengenai persiapan serangan baru dari AS dan mengancam akan memberikan "balasan berkelanjutan" terhadap pangkalan militer serta kepentingan AS dan sekutunya di wilayah Timur Tengah. Eskalasi ketegangan ini menjadi sumber kekhawatiran bagi sekutu AS di Teluk, yang telah mengalami dampak signifikan akibat konflik ini, termasuk serangan rudal dan drone dari Iran serta gangguan terhadap jalur laut kritis seperti Selat Hormuz.
Ketegangan semakin meningkat pada akhir pekan ini ketika kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke ibu kota Saudi, Riyadh. Video yang beredar menunjukkan asap hitam mengepul dari area bandara internasional utama kota tersebut. Sebag sebagai tanggapan, Departemen Luar Negeri AS merilis peringatan keamanan yang mendorong warga negara AS untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersiap menghadapi kemungkinan eskalasi lebih lanjut, termasuk pembatalan penerbangan hingga penutupan wilayah udara di wilayah Timur Tengah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 21 September 2026 pukul 10.10
Trump Peringatkan Iran Jika Berulah: Hal Besar Bisa Terjadi Sebentar Lagi
Detik.com · 20 September 2026 pukul 23.49
Trump Klaim Dihubungi Houthi Usai Saudi Diserang: Mereka Tak Mau Lawan AS
Warta Ekonomi · 20 September 2026 pukul 22.22
Iran Tak Takut Ancaman 'D-Day Ekonomi' Trump, Sudah Pastikan Pasokan Bahan Pokok Aman dan Melimpah
SINDOnews · 20 September 2026 pukul 17.49
AS Minta Warganya di Timur Tengah untuk Waspada
Berita terkait
Selama Trump & Netanyahu Masih Berkuasa, Iran tidak Akan Membuka Kembali Selat Hormuz
JPNN.com · 18 September 2026 pukul 13.35
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Detik.com · 11 September 2026 pukul 17.34
Trump Emosi, Ancam Bom Negara Arab Kaya Ini Gegara Selat Hormuz-Iran
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 06.10
Diminta Membayar, Trump Malah Tuntut Kompensasi Balik dari Iran
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 08.21