Trump Prediksi Konflik Iran Berakhir Pasca Pemilu AS, Tekankan Tekanan Sanksi
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Presiden Donald Trump memperkirakan konflik dengan Iran akan berakhir setelah pemilihan paruh waktu AS pada November mendatang, menilai pihak Iran tidak mampu bertahan lebih lama. Ia juga memprediksi harga bahan bakar akan turun pasca pemilu, meski penurunan harga minyak mungkin membutuhkan waktu lebih lama. Trump membantah kabar stok amunisi AS menipis, menyebutnya hoax.
Di sisi lain, Trump menegaskan AS tidak sedang mengupayakan perundingan dengan Iran saat ini, meskipun tidak menutup kemungkinan pembicaraan di masa depan. Sebagai gantinya, AS meningkatkan tekanan ekonomi melalui sanksi, dengan dukungan Menkeu AS Scott Bessent yang mendesak sekutu mengisolasi Iran secara penuh. Eskalasi militer AS dan Iran meningkat setelah setidaknya tujuh tanker minyak diserang di Teluk Persia, mendorong harga minyak mencapai US$100 per barel.
Perwakilan Rusia Mikhail Ulyanov menyatakan bahwa resolusi IAEA yang diajukan AS dan sekutunya bersifat konfrontatif. Trump juga memprediksi konflik akan berakhir pasca pemilu, di tengah risiko kekalahan Partai Republik di DPR. Gelombang demonstrasi massal di Iran memicu kekhawatiran internasional, dengan sejumlah negara meminta warganya pulang.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
VOI
Presiden Trump Memperkirakan Perang Iran akan Berakhir Setelah Pemilihan AS
10 September 2026 pukul 11.00 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
Donald Trump Tegaskan AS tidak Upayakan Perundingan dengan Iran
10 September 2026 pukul 13.57 · Baca aslinya ↗