Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

Donald Trump Tegaskan AS tidak Upayakan Perundingan dengan Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Washington saat ini tidak sedang mengupayakan perundingan dengan Iran, meskipun tidak menutup kemungkinan pembicaraan di masa depan jika situasi memungkinkan. Pernyataan ini disampaikan di tengah ketegangan panjang antara kedua negara, yang belum menemukan solusi permanen. Sebagai gantinya, AS memilih untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran melalui sanksi, dengan harapan beban finansial yang berat akan memaksa Teheran untuk mengubah kebijakan luar negerinya atau kembali ke meja perundingan.

Menkeu AS Scott Bessent mendesak sekutu untuk mengisolasi Iran secara ekonomi penuh dan mengancam sanksi tegas bagi negara yang mendukung rezim Tehran. Eskalasi militer AS dan Iran meningkat setelah setidaknya tujuh tanker minyak diserang di Teluk Persia, yang mendorong harga minyak mencapai US$100 per barel. Trump juga membantah kabar bahwa stok amunisi AS menipis di tengah konflik, menyebut laporan tersebut sebagai hoax dan mengancam pembocor informasi.

Perwakilan Rusia Mikhail Ulyanov menyatakan bahwa resolusi IAEA yang diajukan AS dan sekutunya terhadap Iran bersifat konfrontatif dan memicu ketegangan baru. Trump memprediksi konflik dengan Iran akan segera berakhir setelah pemilu sela November, di tengah risiko kekalahan Partai Republik di DPR. Gelombang demonstrasi massal di Iran juga memicu kekhawatiran internasional, dengan sejumlah negara yang meminta warganya untuk segera pulang.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait