Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Twitter.now Diluncurkan Oleh Operation Bluebird Setelah Pernah Ditinggakan Elon Musk

Platform media sosial baru bernama Twitter.now telah diluncurkan oleh startup Virginia asal Amerika Serikat, Operation Bluebird, setelah nama Twitter ditinggalkan dan diganti menjadi X pada 2022 oleh Elon Musk. Pendiri platform, Stephen Coates yang juga pernah menjadi general counsel Twitter sebelum era Musk, meyakini hak merek dagang atas nama Twitter dan tweet telah dilepas oleh X Corp. Namun, X Corporation sempat menggugat Operation Bluebird dan meminta hakim federal di Delaware mencegah peluncuran. Hakim Colm Connolly memberikan pandangan sementara bahwa X tampaknya melepaskan klaim atas kata 'tweet' dan logo burung Twitter, sekaligus membuka kemungkinan hal serupa bagi kata 'Twitter'.

Twitter.now masih berada pada tahap awal dengan ratusan pengguna dan menampilkan antarmuka serupa Twitter lama, lengkap dengan fitur balasan dan retweet. Fitur baru meliputi sistem pemeriksa fakta otomatis bernama Vera yang berbasis Gemini dan berjalan pada setiap tweet. Platform ini mengedepankan prinsip 'freedom of speech and not freedom of reach', di mana pengguna tetap bisa berekspresi, namun platform tidak ingin mendukung penyebaran konten viral yang berbahaya.

Berbeda dengan kebanyakan platform media sosial yang gratis, Twitter.now menerapkan sistem berbayar. Pengguna harus membayar setidaknya US$20 (sekitar Rp355.000) untuk mendapatkan akses dan status sebagai pendiri. Biaya ini bertujuan mengurangi keberadaan bot dan menjaga independensi platform. Operation Bluebird juga mengembangkan fitur AI bernama Vera (Veracity Engine for Real-time Analysis) untuk memverifikasi fakta dalam unggahan, meskipun teknologi ini masih dalam tahap awal pengembangan dengan keterbatasan tertentu. Saat ini, akses Twitter.now masih terbatas dan akan diperluas pada tahap berikutnya.

Menurut tiap media