Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

Upaya Badan Gizi Nasional dalam Pengembangan dan Pengawasan Program MBG

Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan berbagai langkah penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk mempelajari sistem makan sekolah Jepang melalui JICA. Fokus pembelajaran meliputi model Central Kitchen, konsep Shokuiku, serta kolaborasi pemangku kepentingan. BGN juga berencana meluncurkan aplikasi rating bagi kepala sekolah untuk memantau kualitas menu dan pengiriman, serta akan mengaktifkan 480 dapur SPPG di wilayah Indonesia Timur dan 3T mulai 2 Oktober 2026, yang terdiri dari 211 mitra mandiri dan 269 SPPG terpencil di 16 provinsi.

Di sisi lain, BGN membuka kembali operasional SPPG Gowa Pattallassang 2 setelah hasil laboratorium menyatakan sampel makanan layak konsumsi. Insiden gangguan pencernaan yang menimpa 11 dari 2.660 penerima manfaat pada 24 September 2026 diidentifikasi bersumber dari fasilitas tempat cuci tangan sekolah, bukan dari makanan. Terkait referensi sistem, terdapat perbedaan klaim di mana Presiden Prabowo pada Februari 2026 menyatakan MBG Indonesia lebih baik dari Jepang, namun saat ini pemerintah aktif mempelajari sistem Jepang yang telah berjalan lebih dari 100 tahun.

Menurut tiap media