Urgensi Transparansi dan Validasi Data Desil dalam Program Perlindungan Sosial
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dan ekonom UGM Media Wahyu Askar menyoroti risiko penggunaan data desil dalam penentuan penerima bantuan sosial. Lestari menekankan pentingnya transparansi dan validasi data DTSEN sebagai basis data tunggal guna mencegah hilangnya akses bantuan bagi masyarakat miskin akibat pemutakhiran yang tidak sesuai kondisi riil. Ia mendorong sosialisasi kuat dan penggunaan kanal digital agar masyarakat dapat mengevaluasi status kesejahteraan secara mandiri.
Di sisi lain, Media Wahyu Askar berpendapat bahwa kemiskinan bersifat multidimensional sehingga tidak cukup diukur hanya dengan desil. Ia memperingatkan adanya potensi exclusion error dan menyarankan agar pemutakhiran data dihentikan sementara untuk pemeriksaan kembali guna menghindari dampak berat pada hak masyarakat. Sementara Lestari fokus pada validasi dan transparansi, Wahyu Askar secara eksplisit meminta penghentian sementara proses pemutakhiran data.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Media Indonesia
Lestari Moerdijat: Transparansi Validasi DTSEN Kunci Akurasi Data Kemiskinan
10 September 2026 pukul 16.27 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Ekonom UGM Minta Pemutakhiran Data Desil Dihentikan Sementara, Ini Alasannya
11 September 2026 pukul 21.00 · Baca aslinya ↗