Ekonom UGM Minta Pemutakhiran Data Desil Dihentikan Sementara, Ini Alasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonom UGM, Media Wahyu Askar, menyoroti risiko penggunaan desil dalam penentuan penerima program perlindungan sosial. Ia mengungkapkan bahwa kemiskinan bersifat multidimensional sehingga tidak dapat diukur hanya dengan desil. Penggunaan desil berpotensi menimbulkan exclusion error, yakni masyarakat yang membutuhkan bantuan keluar dari daftar penerima. Ia menekankan pentingnya menghindari pemutakhiran data kemiskinan yang terburu-buru dan menyarankan proses tersebut dihentikan sementara untuk pemeriksaan kembali. Data yang tidak akurat dapat menimbulkan dampak berat pada hak dan peluang masyarakat dalam memperoleh perlindungan sosial.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 16.27
Lestari Moerdijat: Transparansi Validasi DTSEN Kunci Akurasi Data Kemiskinan
Detik.com · 11 September 2026 pukul 21.06
Kemensos, BPS, dan CELIOS Duduk Bersama Bahas Polemik Desil
CNN Indonesia · 10 September 2026 pukul 11.22
FOTO: 33 Juta Warga Kategori Desil 1-4 Bakal Dapat Bantuan 30 Kg Beras
Berita terkait
Meluruskan Pemahaman Bahwa Desil Dihadirkan untuk Menurunkan Kemiskinan
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 17.05
BPS Pertegas Sistem Desil Bukan untuk Turunkan Tingkat Kemiskinan
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 11.11
BPS Bersuara soal Tuduhan Manipulasi Desil Demi Turunkan Kemiskinan
CNN Indonesia · 8 September 2026 pukul 19.03
BPS Tegaskan Perubahan Desil Tidak Menentukan Angka Kemiskinan
kumparan · 8 September 2026 pukul 13.47