Utang Kereta Cepat Whoosh Dicicil 80 Tahun, Cicilan Rp1 Triliun per Tahun
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyelesaikan restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh). Dengan restrukturisasi ini, tenor pembayaran cicilan utang diperpanjang hingga 80 tahun. Setelah restrukturisasi, pemerintah diperkirakan hanya perlu membayar cicilan sebesar Rp 1 triliun per tahun.
Purbaya menyampaikan bahwa meskipun nominal cicilan dapat bervariasi setiap tahun, pembayaran tersebut tetap berada dalam batas yang dapat ditangani dan terpantau. Ia juga menyatakan bahwa mekanisme pembiayaan bertahap ini dapat dikelola oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan.
CNN Indonesia melaporkan bahwa pengelolaan kewajiban utang Whoosh akan dialihkan dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara ke Kementerian Keuangan pada 15 September 2026, sementara JPNN.com menyebutkan bahwa pemerintah berencana melanjutkan pengembangan proyek kereta cepat hingga ke Jawa Timur serta melakukan pengalihan pengelolaan aset proyek tersebut. Perbedaan laporan juga muncul terkait proyeksi keuntungan satu perusahaan SMV yang disebutkan CNN Indonesia mencapai Rp3-4 triliun per tahun ditambah operasional sekitar Rp800 miliar, yang tidak disebutkan oleh JPNN.com.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNN Indonesia
Utang Kereta Cepat Dicicil 80 Tahun, Purbaya Beber Rp1 T per Tahun
8 September 2026 pukul 20.59 · Baca aslinya ↗
JPNN.com
Skema Baru Utang Whoosh: Tenor 80 Tahun, Cicilan Rp 1 Triliun
9 September 2026 pukul 11.54 · Baca aslinya ↗