Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus USD 453,4 Miliar pada Kuartal II 2026

Bank Indonesia mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai 453,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp8.095 triliun pada kuartal II 2026, naik 4,4 persen dari tahun sebelumnya. Rasio utang terhadap PDB tetap stabil di 30,6 persen. Kenaikan ini didorong oleh sektor publik, dengan utang pemerintah mencapai 216,3 miliar dolar AS atau tumbuh 2,9 persen secara tahunan, didukung oleh aliran masuk Surat Berharga Negara (SBN) yang mencerminkan kepercayaan investor. Bank sentral juga meningkatkan utangnya untuk menjaga stabilitas rupiah. Di sisi lain, utang swasta mengalami kontraksi 0,6 persen menjadi 194,6 miliar dolar AS, dengan penurunan paling besar pada sektor keuangan. Struktur utang tetap sehat, didominasi oleh utang jangka panjang sebesar 82,1 persen.

Pemerintah mengalokasikan utangnya terutama untuk sektor produktif. Media yang berbeda menyebutkan alokasi yang sedikit berbeda: VOI menyebutkan kesehatan (22,0 persen), pendidikan (16,2 persen), konstruksi (11,5 persen), dan transportasi (8,5 persen), sementara JawaPos dan kumparan menambahkan administrasi dan pertahanan (20,6 persen) serta JPNN menyebutkan jaminan sosial wajib dalam kategori yang sama. Pemerintah berkomitmen memenuhi kewajiban pembayaran tepat waktu dan mengelola ULN secara pruden serta fleksibel. Dengan mayoritas berupa utang jangka panjang, posisi utang dinilai relatif aman dan terkendali.

Koordinasi antara Bank Indonesia dan pemerintah akan terus berlanjut untuk meminimalkan risiko ekonomi terkait eksposur utang luar negeri.

Menurut tiap media