Warga dan Pejabat Israel Masuk Kompleks Suci Yerusalem, 5 Negara Arab Kecam
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, sejumlah menteri, dan ribuan warga Israel memasuki pelataran Tembok Ratapan di Yerusalem Timur untuk doa dan ritual 'Selichot' menjelang Yom Kippur 21 September. Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir juga turun ke terowongan bawah tanah di kompleks Masjid Al-Aqsa bersama kelompok warga Yahudi pada 17, 19, dan 20 September 2026. Kegubernuran Yerusalem Palestina membalas dengan mengimbau warga Palestina ke Masjid Al-Aqsa untuk menangkal penyusupan. Israel memandang kedua situs ini sebagai suci bagi umat Yahudi, sementara Palestina mengklaimnya sebagai bagian dari situs suci umat Islam.
Lima negara Arab—Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Mesir—mengecam keras aksi ini, menyebutnya melanggar status quo historis, hukum internasional, dan humaniter. Kementerian Luar Negeri Yordania menyebutnya pelanggaran terang-terangan terhadap kesucian Al-Aqsa, sementara Kuwait dan Qatar menyebutnya provokasi yang dapat memicu eskalasi kekerasan. Arab Saudi dan Mesir juga menolak keras, dengan Mesir memperingatkan ketegangan lebih lanjut. Hamas mengecam kunjungan Netanyahu ke terowongan dan situs penggalian di bawah Al-Aqsa dan Tembok Al-Buraq sebagai serangan terhadap identitas dan integritas masjid.
Ketegangan tinggi terpantau di sekitar Gerbang Rahmat dan Kota Tua, di tengah rangkaian hari raya Yahudi yang berlangsung dari pertengahan September hingga awal Oktober.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Netanyahu hingga Warga Israel Masuki Pelataran Tembok Ratapan di Yerusalem
20 September 2026 pukul 15.41 · Baca aslinya ↗
kumparan
5 Negara Arab Kecam Pejabat dan Warga Israel yang Masuk Al-Aqsa
21 September 2026 pukul 17.55 · Baca aslinya ↗