Jakarta · Jumat, 11 September 2026Cari
WargaKonoha

Warga Singapura Malone Lam Mengaku Bersalah Atas Pencurian Kripto Terbesar di AS

Malone Lam, pria Singapura berusia 22 tahun, mengaku bersalah atas konspirasi pemerasan dan pencurian Bitcoin senilai lebih dari USD245 juta (setara Rp4,3 triliun). Kasus ini tercatat sebagai pencurian kripto terbesar dalam sejarah AS. Pada Agustus 2024, Lam dan rekan-rekannya menggunakan teknik rekayasa sosial dengan menyamar sebagai perwakilan Google dan Gemini untuk mencuri akses Google Drive korban di Washington DC, sehingga berhasil menguras lebih dari 4.100 Bitcoin.

Hasil kejahatan digunakan untuk gaya hidup mewah, termasuk menyewa rumah di Miami dan membeli lebih dari 30 mobil sport mewah dengan harga berkisar USD100.000 hingga USD3,8 juta, serta jam tangan senilai USD2 juta. Terdapat perbedaan klaim mengenai pengeluaran di kelab malam; SINDOnews menyebutkan hingga USD500.000, sementara Detik.com menyebutkan USD569.000 (Rp10 miliar) dalam satu malam di Los Angeles. Lam kini menghadapi ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun.

Menurut tiap media