Curi Bitcoin Rp 4,3 T, Malone Lam Gak Nyangka Seheboh Ini!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Malone Lam, seorang warga Singapura berusia 22 tahun, ditangkap FBI dan mengaku bersalah atas tuduhan mencuri Bitcoin senilai lebih dari US$245 juta (setara Rp4,3 triliun). Kasus ini termasuk pencurian kripto terbesar dalam sejarah AS. Lam, yang putus sekolah di kelas delapan dan berhasil masuk ke AS, menghadapi ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara. Menurut dakwaan jaksa AS, Lam dan rekan-rekannya pada Agustus 2024 menggunakan teknik rekayasa sosial untuk menipu korban di Washington DC. Mereka menyamar sebagai perwakilan Google dan Gemini, lalu mencuri akses Google Drive korban untuk mengungkap kode keamanan. Dengan kode tersebut, Lam menguras lebih dari 4.100 Bitcoin. Lam kemudian mencuci uang dan mengubah kripto menjadi dolar, lalu menghabiskannya untuk kehura-huraan. Lam diketahui membeli lebih dari 30 mobil sport mewah seperti Porsche, Lamborghini, dan Ferrari, serta jam tangan seharga US$2 juta. Ia juga menyewa rumah mewah di Miami dan pernah menghabiskan US$569.000 (Rp10 miliar) dalam satu malam di sebuah klub malam di Los Angeles. Aksi ini berlangsung selama sebulan sebelum FBI berhasil menangkapnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 10 September 2026 pukul 01.10
Siapa Malone Lam? Remaja Singapura yang Melakukan Perampokan Kripto Terbesar di Dunia
CNN Indonesia · 10 September 2026 pukul 23.16
Ada Imbalan Sin$51.000 di Balik Kasus Dolar Singapura Palsu
CNN Indonesia · 10 September 2026 pukul 01.29
Kasus Uang Palsu Sin$ 340 Ribu, Polisi Diminta Selidiki Sumber Uang
Berita terkait
WNI Ditahan Otoritas Singapura Buntut Kasus Dolar Palsu Rp 4,7 M
Detik.com · 10 September 2026 pukul 17.48
Polres Tangsel Selidiki Dugaan Peredaran Dolar Singapura Palsu Rp 4,7 M
Detik.com · 10 September 2026 pukul 16.36
Malone Lam, Otak Pencurian Bitcoin Rp 4,3 T Mengaku Bersalah di AS
Detik.com · 10 September 2026 pukul 11.32
Orang Ini Lagi Diburu Bareskrim Polri, Interpol Dilibatkan
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 04.00