11,3 Triliun Ton Es Greenland dan Antarktika Mencair, Pertanda Apa?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Para peneliti internasional yang didukung NASA dan ESA menemukan bahwa sejak 1970-an, terdapat 11,3 triliun ton es kutub yang mencair dari Greenland dan Antarktika, menyebabkan kenaikan muka air laut sebesar 3 sentimeter. Studi ini, diterbitkan di jurnal Scientific Data, menggabungkan data dari 42 survei satelit dan 27 misi satelit untuk menganalisis perubahan lapisan es selama lima dekade terakhir. Hasilnya menunjukkan bahwa 84% dari es yang hilang berasal dari pencairan gletser, sementara hanya 16% akibat pencairan di permukaan es.
Pencairan es di kedua wilayah ini semakin mempercepat sejak 1990-an. Pada 1980-an, pencairan tahunan di Greenland mencapai 60 miliar ton, namun melonjak menjadi 264 miliar ton pada 2010-an. Di Antarktika, angka serupa naik dari 48 miliar ton pada 1980-an hingga 202 miliar ton pada 2010-an. Para peneliti menekankan bahwa tren ini mencerminkan respons dinamis lapisan es terhadap pemanasan laut global.
Studi ini juga menegaskan pentingnya pengamatan berbasis satelit untuk memantau perubahan iklim. Dengan proyeksi kenaikan suhu global yang dapat melebihi 1,5 derajat Celsius, lapisan es kutub akan terus kehilangan massa. Para ilmuwan menyerukan pemeliharaan misi satelit seperti CryoSat-2 dan Sentinel untuk memastikan data iklim lapisan es tersedia bagi penelitian dan kebijakan mendatang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 25 September 2026 pukul 12.45
Bumi Makin Panas, 12 Triliun Ton Es Meleleh dalam 47 Tahun
Berita terkait
Hilangnya Es dalam Skala Besar di Greenland dan Antartika
SINDOnews · 18 September 2026 pukul 08.23
Bahayanya Bikin Ngeri, Luas Lubang Lapisan Ozon Sudah Segini
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 08.15
Rekor Penambahan Es Antartika 695 Miliar Ton: Ilmuwan Temukan Pemicunya
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 21.37
Peran Geologi Bawah Tanah dalam Pembentukan Lapisan Es Antartika
Media Indonesia · 4 September 2026 pukul 16.22