Jakarta · Selasa, 25 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

3 Cara Cek Kebakaran Hutan, Bisa Pakai Google Maps

Di tengah musim kemarau dan meningkatnya risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Indonesia, masyarakat dapat memantau kondisi lingkungan menggunakan teknologi satelit melalui ponsel. Beberapa layanan resmi menyediakan data hotspot atau titik panas yang terdeteksi oleh sensor satelit, seperti SiPongi+ dari Kementerian Kehutanan dan Citra Polar Hotspot dari BMKG. Data ini memberikan indikasi awal kemungkinan terjadi kebakaran, namun tidak selalu berarti kebakaran sedang terjadi. Penggunaan data perlu didukung dengan verifikasi lapangan untuk menghindari kesimpulan yang keliru.

SiPongi+ dapat diakses melalui https://sipongi.gakkum.kehutanan.go.id/ dengan pilihan menu Peta Hotspot untuk melihat persebaran titik panas. Setiap titik dilengkapi dengan tingkat kepercayaan yang ditunjukkan oleh warna: hijau (rendah, 0-29%), kuning (sedang, 30-79%), dan merah (tinggi, 80-100%). Semakin tinggi tingkat kepercayaan, semakin perlu perhatian, namun tetap tidak menjamin kepastian kebakaran.

Selain layanan pemerintah, Google Maps juga dapat digunakan sebagai pelengkap dengan menampilkan informasi wildfires atau kebakaran aktif. Namun, data dari Google Maps bersifat perkiraan dan mungkin berbeda dengan kondisi sebenarnya. Pengguna disarankan memantau data dari sumber resmi secara berkala dan segera melaporkan kejadian kebakaran kepada pihak berwenang jika melihat asap atau api secara langsung.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait