Jakarta · Sabtu, 22 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

3 Cara Cek Kebakaran Hutan Secara Online, Bisa Pakai Google Maps

Di tengah musim kemarau dan meningkatnya risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Indonesia, masyarakat dapat memantau kondisi lingkungan secara online menggunakan teknologi satelit. Tiga platform utama yang dapat digunakan adalah SiPongi+, Citra Polar Hotspot BMKG, dan Google Maps. SiPongi+ dikembangkan oleh Kementerian Kehutanan dan menyajikan data hotspot terkini dengan tingkat kepercayaan yang dikelompokkan menjadi tiga warna: hijau (rendah, 0-29%), kuning (sedang, 30-79%), dan merah (tinggi, 80-100%). Pengguna dapat mengaksesnya melalui https://sipongi.gakkum.kehutanan.go.id/ dan memilih menu Peta Hotspot untuk melihat persebaran titik panas di wilayah yang dipantau.

BMKG juga menyediakan layanan Citra Polar Hotspot yang menampilkan citra satelit terbaru untuk mendeteksi hotspot menggunakan sensor VIIRS dan MODIS. Layanan ini dapat diakses melalui https://www.bmkg.go.id/cuaca/satelit/polar-hotspot dan menampilkan peta citra satelit secara berkala. Namun, data ini perlu diketahui memiliki keterbatasan, seperti tidak dapat mendeteksi hotspot pada wilayah yang tertutup awan atau berada di blank zone.

Sebagai alternatif, Google Maps dapat digunakan untuk melihat informasi kebakaran aktif melalui fitur Wildfires. Berbeda dengan platform resmi lainnya, Google Maps menampilkan informasi kebakaran yang sedang berlangsung sebagai ikon atau lingkaran merah, dengan area kuning menunjukkan tingkat kepastian yang lebih rendah. Data ini didapatkan dari berbagai sumber termasuk otoritas dan satelit, serta menggunakan teknologi AI dan machine learning. Meskipun berguna, informasi yang ditampilkan bersifat perkiraan dan perlu diverifikasi di lapangan.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait