Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

3 Sosok Genius di Balik Ledakan AI China, Silicon Valley Ketar-ketir

Kemajuan pesat China di bidang kecerdasan buatan (AI) ditunjang oleh tiga tokoh kunci: Liang Wenfeng, Tang Jie, dan Yang Zhilin. Mereka masing-masing mendirikan DeepSeek, Z.ai (sebelumnya Zhipu AI), dan Moonshot AI, yang berhasil menantang dominasi Silicon Valley dengan model AI berkinerja tinggi dan biaya pengembangan rendah. Pendekatan open-source dan open-weight yang digunakan perusahaan-perusahaan ini menarik minat global, termasuk pengembang dan peneliti di seluruh dunia.

Liang Wenfeng, pendiri DeepSeek, berhasil menciptakan model penalaran R1 yang diklaim mampu menandingi ChatGPT dalam beberapa benchmark dengan biaya pelatihan jauh lebih rendah. Dukungan dari hedge fund High-Flyer memungkinkan pengumpulan ribuan GPU canggih untuk pengembangan model AI. Estimasi kekayaannya mencapai USD 36 miliar, menjadikannya salah satu pengusaha teknologi paling berpengaruh di China.

Tang Jie, profesor Universitas Tsinghua dan pendiri Z.ai, dikenal karena pengembangan model GLM-5 yang bersaing dengan Claude Opus dalam benchmark pemrograman. Ia juga menciptakan Wu Dao, model bahasa alami skala besar pertama di China. Estimasi kekayaannya mencapai USD 5 miliar. Di sisi lain, Yang Zhilin, pendiri Moonshot AI, meluncurkan Kimi K3, model AI open-weight terbesar dunia yang mampu mengalahkan kompetitor proprietary dalam pengujian rekayasa web. Valuasi Moonshot AI mencapai sekitar USD 5,5 miliar setelah penggalangan dana.

Berita terkait