3 Sosok Genius di Balik Ledakan AI China, Silicon Valley Ketar-ketir
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kemajuan pesat China di bidang kecerdasan buatan (AI) ditunjang oleh tiga tokoh kunci: Liang Wenfeng, Tang Jie, dan Yang Zhilin. Mereka masing-masing mendirikan DeepSeek, Z.ai (sebelumnya Zhipu AI), dan Moonshot AI, yang berhasil menantang dominasi Silicon Valley dengan model AI berkinerja tinggi dan biaya pengembangan rendah. Pendekatan open-source dan open-weight yang digunakan perusahaan-perusahaan ini menarik minat global, termasuk pengembang dan peneliti di seluruh dunia.
Liang Wenfeng, pendiri DeepSeek, berhasil menciptakan model penalaran R1 yang diklaim mampu menandingi ChatGPT dalam beberapa benchmark dengan biaya pelatihan jauh lebih rendah. Dukungan dari hedge fund High-Flyer memungkinkan pengumpulan ribuan GPU canggih untuk pengembangan model AI. Estimasi kekayaannya mencapai USD 36 miliar, menjadikannya salah satu pengusaha teknologi paling berpengaruh di China.
Tang Jie, profesor Universitas Tsinghua dan pendiri Z.ai, dikenal karena pengembangan model GLM-5 yang bersaing dengan Claude Opus dalam benchmark pemrograman. Ia juga menciptakan Wu Dao, model bahasa alami skala besar pertama di China. Estimasi kekayaannya mencapai USD 5 miliar. Di sisi lain, Yang Zhilin, pendiri Moonshot AI, meluncurkan Kimi K3, model AI open-weight terbesar dunia yang mampu mengalahkan kompetitor proprietary dalam pengujian rekayasa web. Valuasi Moonshot AI mencapai sekitar USD 5,5 miliar setelah penggalangan dana.
Bagikan
Berita terkait
Apa Itu Kimi K3 yang Bikin Heboh AS?
CNN Indonesia · 2 Agustus 2026 pukul 06.50
AI Makin Mandiri, Kaspersky Ingatkan Kepercayaan Buta Manusia Bisa Jadi Bumerang
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 15.16
Taiwan Diserang Hacker Pakai AI, Puluhan Akun Pemerintah Dibobol
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 14.45
Ahok Kaget Pernah 'Diramal' oleh AI Soal Kesaksiannya Sebelum Sidang Korupsi
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 12.00