Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Saham Z.AI Melonjak 12,6 Persen setelah Mengaku sebagai Pembuat Ox Alpha

Saham Z.AI (dulunya Zhipu AI) melonjak 12,6 persen setelah mengakui sebagai pembuat Ox Alpha, model AI misterius yang sebelumnya muncul anonim di OpenRouter dan OpenCode. Saham ditutup di 1.160 dolar Hong Kong (sekitar 147,99 dolar AS) pada Kamis, 27 Agustus. Sejak listing di bursa Hong Kong pada Januari, harga saham naik sekitar 10 kali lipat dari harga penawaran 116,20 dolar Hong Kong.

Ox Alpha kini berganti nama menjadi GLM-5.3-Flash, diklaim Z.AI sebagai model multimodal native pertama dalam seri GLM-5. Model ini telah melalui pengujian skala besar di OpenRouter dan OpenCode, mencatat rekor volume panggilan dengan memproses puluhan triliun token dari pengembang global. Hingga 25 Agustus, model memproses 23,2 triliun token dalam tujuh hari terakhir di OpenRouter, lebih dari dua kali lipat DeepSeek-V4-Flash-0731 (11,6 triliun token).

Z.AI menyatakan pengujian ini sebagai percobaan pertamanya menggunakan klaster cip buatan China dalam kondisi lalu lintas besar. Perusahaan mengklaim efisiensi perangkat keras dan biaya per token sudah sebanding dengan GPU Nvidia, meski tidak merilis jenis cip yang dipakai. GLM-5.3-Flash diklaim unggul GLM-5.2 meski parameternya lebih sedikit, dengan biaya sekitar sepersepuluh GLM-5.2 dan seperempat puluh Anthropic Opus 4.8. Saat masih Ox Alpha, OpenCode menyediakan model gratis selama seminggu dengan kuota hampir tak terbatas hingga 100 triliun token per hari.

Berita terkait