Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

31 Ribu Spot Terhubung Internet Bakti Komdigi, Sekolah-Puskesmas Jadi Prioritas

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah membangun akses internet di lebih dari 31.000 lokasi di seluruh Indonesia, terutama di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Direktur Utama Bakti Komdigi, Fadhilah Mathar, menyampaikan bahwa sekitar 68% dari lokasi tersebut berada di sektor pendidikan, diikuti sektor kesehatan sebesar 5,89%, dan sekitar 19,9% untuk kantor pemerintahan dan pusat kegiatan masyarakat. Infrastruktur ini mendukung berbagai layanan seperti pendidikan, kesehatan, pemerintahan, dan ekonomi masyarakat.

Pembangunan konektivitas ini tidak hanya fokus pada jumlah infrastruktur, tetapi juga pada tingkat pemanfaatannya. Di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, akses internet Bakti digunakan untuk modernisasi sekolah dan meningkatkan layanan kesehatan melalui rujukan medis puskesmas. Di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, kehadiran BTS Bakti berhasil mengurangi wilayah blank spot, sehingga masyarakat yang sebelumnya terisolasi dapat terhubung dengan layanan digital dan membuka peluang ekonomi lokal.

Untuk menjangkau wilayah yang sulit dijangkau jaringan komersial, Bakti mengandalkan infrastruktur strategis seperti Satelit Republik Indonesia (Satria-1) dengan kapasitas 150 Gbps dan jaringan serat optik Palapa Ring yang menyentuh sekitar 12.148 kilometer. Program Bakti Aksi juga telah menyalurkan akses internet gratis ke lebih dari 31.864 titik layanan publik, sementara Bakti Sinyal telah membangun BTS 4G dan BTS Universal Service Obligation (USO) di 6.747 titik lokasi 3T menggunakan pendanaan APBN dan kontribusi dana USO. Konektivitas ini dipadukan dengan program pemberdayaan masyarakat seperti literasi digital dan digitalisasi pariwisata.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait