Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Dari HP di Atas Pintu hingga Ekspor Durian Miliar Rupiah: Cerita Internet Menembus Pelosok 3T

Dulu, warga di pelosok Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, kesulitan mengakses internet. Mereka harus menaruh ponsel di atas daun pintu, memanjat pohon, atau bahkan menempuh perjalanan pulang-pergi sejauh 30 kilometer dengan biaya ojek Rp200.000 hingga Rp300.000 hanya untuk mengakses sinyal. Kini, kondisi tersebut berubah berkat infrastruktur telekomunikasi yang dibangun oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI). Infrastruktur ini berhasil mengurangi wilayah tanpa sinyal (blank spot) di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Di Flores Timur, BAKTI telah memasang 6 BTS dan 262 titik akses internet di berbagai fasilitas publik, sehingga dari 250 desa yang dulunya kesulitan, kini hampir seluruhnya terhubung. Hal ini juga mempermudah pelayanan kesehatan dan pendidikan. Puskesmas Ilebura kini dapat mengoordinasikan rujukan medis dan melaporkan data pasien lebih cepat, bahkan menjangkau 48 titik di desa-desa kaki gunung. Di bidang pendidikan, sekolah-sekolah seperti SMAN 1 Titehena kini dapat mengelola administrasi, mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA), dan mengadakan tes kompetensi guru dengan jaringan internet yang stabil.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait