Dari HP di Atas Pintu hingga Ekspor Durian Miliar Rupiah: Cerita Internet Menembus Pelosok 3T
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dulu, warga di pelosok Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, kesulitan mengakses internet. Mereka harus menaruh ponsel di atas daun pintu, memanjat pohon, atau bahkan menempuh perjalanan pulang-pergi sejauh 30 kilometer dengan biaya ojek Rp200.000 hingga Rp300.000 hanya untuk mengakses sinyal. Kini, kondisi tersebut berubah berkat infrastruktur telekomunikasi yang dibangun oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI). Infrastruktur ini berhasil mengurangi wilayah tanpa sinyal (blank spot) di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Di Flores Timur, BAKTI telah memasang 6 BTS dan 262 titik akses internet di berbagai fasilitas publik, sehingga dari 250 desa yang dulunya kesulitan, kini hampir seluruhnya terhubung. Hal ini juga mempermudah pelayanan kesehatan dan pendidikan. Puskesmas Ilebura kini dapat mengoordinasikan rujukan medis dan melaporkan data pasien lebih cepat, bahkan menjangkau 48 titik di desa-desa kaki gunung. Di bidang pendidikan, sekolah-sekolah seperti SMAN 1 Titehena kini dapat mengelola administrasi, mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA), dan mengadakan tes kompetensi guru dengan jaringan internet yang stabil.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 14.42
31 Ribu Spot Terhubung Internet Bakti Komdigi, Sekolah-Puskesmas Jadi Prioritas
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 20.05
Menteri UMKM Apresiasi GrabAcademy Dorong Jutaan Mitra Naik Kelas
Liputan6.com · 13 Agustus 2026 pukul 10.41
Pemprov Kalteng Hibahkan Ribuan Starlink, Perluas Internet hingga Sekolah dan Puskesmas di Pelosok
Berita terkait
Mendikdasmen Catat Ada 71.744 Sekolah Rusak di Wilayah 3T Harus Direvitalisasi
JPNN.com · 27 September 2026 pukul 13.08
Lampaui Ekspektasi, Terpujilah Guru Telkomsel Jangkau 3.800 Pengajar
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 16.37
Dicecar Anggota Komisi X soal SD di NTT Tak Bisa Pakai IFP, Mu'ti: Tidak Akurat
kumparan · 21 September 2026 pukul 18.54
Prabowo Pertimbangkan Rekrutmen Guru Dikembalikan ke Pusat, Ini Alasannya
Liputan6.com · 17 September 2026 pukul 12.49