4 Cara Optimalkan AI untuk Cegah Serangan Siber di Perusahaan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/9329127/original/046649100_1787221432-PXL_20260820_065154387_3.jpg)
Liputan6.com menyampaikan bahwa penggunaan AI di perusahaan menimbulkan risiko keamanan siber utama berupa kebocoran data, penyalahgunaan API, manipulasi model, serta celah akses. Agen AI yang dapat bertindak langsung lebih berisiko daripada AI tradisional yang hanya menjawab pertanyaan. Reuben Koh dari Akamai dalam media briefing pada 20 Agustus 2026 menyatakan empat prioritas perusahaan dalam mengoptimalkan AI untuk mencegah serangan siber. Akamai menyediakan jaringan global dengan kapasitas 1.000+ Tbps, 4.300+ lokasi edge, dan telah diaplikasikan di lebih dari 1.200 jaringan di 700+ kota dan 130+ negara. Beberapa brand seperti Adidas, Adobe, Airbnb, Casio, dan Panasonic telah mempercayai layanan Akamai. Platform GoVeda berhasil meningkatkan performa 30% dan mengurangi biaya 20% dengan migrasi ke Akamai Cloud menggunakan prosesor G8 dan GPU RTX 6000 Pro. Penyedia telekomunikasi Sarv di India juga memilih Akamai Cloud untuk sistem darurat dan pencegahan kejahatan siber dengan penurunan biaya operasional yang diwaspadai namun tetap menjaga kecepatan dan keandalan.
Bagikan
Berita terkait
AI Lepas Kendali, Coba Tanam Malware dan Bohongi Developer
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 08.45
Serangan Siber di Indonesia Melonjak: 16 Serangan Tiap Detik
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 21.45
Amerika Darurat, Terungkap Serangan Diam-Diam dari Dalam
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 14.10
Pokemon Center Dibobol Hacker, Ini Jenis Data Pelanggan yang Bocor
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 09.21