Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

92 Juta Pekerjaan Terancam Digeser AI pada 2030, Skill Ini Bisa Jadi Kunci Bertahan

Laporan Future of Jobs 2025 dari World Economic Forum memperkirakan 92 juta pekerjaan di seluruh dunia akan tergeser oleh otomatisasi berbasis AI menjelang 2030. Meskipun AI diproyeksikan menciptakan 170 juta lapangan kerja baru, dinamika ini menimbulkan tantangan besar di mana 39 persen keahlian saat ini diprediksi akan usang atau berubah. GenAI kini mampu menangani tugas kompleks seperti menulis, memvalidasi data, merancang kode, hingga menerjemahkan bahasa, menimbulkan pertanyaan tentang aspek pekerjaan manusia yang tetap tidak tergantikan.

Para pakar pendidikan menekankan pentingnya pergeseran fokus dalam membekali generasi muda dengan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi lintas budaya, dan adaptabilitas tinggi. Kepala Sekolah ACG School Jakarta, Myles D'Sairelle, menegaskan bahwa peran sekolah harus melampaui ujian formal untuk mengasah kemandirian berpikir siswa agar siap menghadapi ketidakpastian dunia kerja masa depan.

Kebutuhan akan SDM yang adaptif dan tangguh ditanggapi dengan penerapan kurikulum berstandar internasional seperti International Baccalaureate dan Cambridge International. Metode pembelajaran berbasis pemikiran kritis dan lingkungan multikultural menjadi kunci dalam membentuk karakter siswa yang kompetitif secara global. Capaian dua lulusan ACG School Jakarta yang mendapatkan nilai IBDP 42 dan 43 dari skor maksimal 45, jauh di atas rata-rata global 30,58, menjadi bukti efektivitas pendekatan tersebut.

Berita terkait