Dosen Khawatir AI Bikin Mahasiswa Kehilangan Kemampuan Berpikir
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4413365/original/055121600_1683088358-emiliano-vittoriosi-vEN1bsdSjxM-unsplash.jpg)
AI kini banyak digunakan mahasiswa untuk mengerjakan tugas, namun dosen khawatir menyebabkan kehilangan kemampuan berpikir kritis. Mahasiswa sering kali menulis rapi namun tidak dapat menjelaskan isi atau mempertahankan argumen saat diskusi kelas. Profesor Kevin Gary menyatakan menulis adalah proses membangun pola pikir, sehingga alih-alih menulis, AI membuat mahasiswa melewatkan proses intelektual penting. Penggunaan AI tidak hanya untuk koreksi tata bahasa, tetapi juga membuat kerangka tulisan, esai, dan merangkum materi. Penelitian menunjukkan AI dapat manfaat bila digunakan sebagai pendamping, bukan pengganti. Perguruan tinggi perlu memiliki aturan jelas agar AI menjadi alat pendukung pembelajaran, bukan pengganti kemampuan berpikir.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 01.10
Mendikti Bakal Evaluasi Penerimaan Maba Buntut Rektor Unsoed Tersangka KPK
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 11.54
Komisi X DPR Prihatin Rektor Unsoed Kena OTT KPK Dugaan Suap Penerimaan Maba
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 11.43
OJK DIY dan Industri Jasa Keuangan DIY Galang Rp90 Juta untuk Mahasiswa NTT
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 17.45
Pemesanan Wisata Belajar AI di China Melonjak 370 Persen, Coding Jadi Pilihan Liburan
Berita terkait
AI tidak Selalu Benar, ini Alasan Mahasiswa Perlu Memeriksa Kembali Jawabannya
Media Indonesia · 13 September 2026 pukul 22.05
Nasib Mahasiswa S1 Makin Memprihatinkan, Peneliti Ungkap Faktanya
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 16.20
Google Gratiskan 1 Tahun Gemini AI Plus untuk Mahasiswa Indonesia
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 18.05
AI Ubah Cara Mahasiswa Belajar, Riset, dan Mengerjakan Tugas
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 22.12