92 Ribu Serangan Siber Menyamar sebagai Aplikasi AI, ChatGPT Paling Banyak Dipalsukan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tim riset keamanan Kaspersky GReAT menemukan sekitar 92.000 serangan siber berbahaya yang memanfaatkan kedok layanan kecerdasan buatan (AI). Dari temuan tersebut, ChatGPT menjadi aplikasi yang paling banyak dipalsukan dengan mencakup 49 persen serangan, disusul oleh Claude dan Gemini yang masing-masing mencapai 18 persen. Fenomena ini menunjukkan bahwa penjahat siber kini aktif memanfaatkan tingginya rasa percaya masyarakat terhadap platform AI resmi sebagai sarana utama penipuan.
Selain menyamar sebagai platform AI populer, peneliti juga mengidentifikasi lebih dari 15.000 sampel malware yang menyamar sebagai perangkat lunak agentic AI. Ancaman berbahaya yang ditemukan mencakup trojan, spyware, exploit, downloader, dropper, hingga backdoor. Menjalankan aplikasi tiruan tersebut berisiko memicu pencurian data sensitif internal hingga pemberian akses kendali jarak jauh (command-and-control) kepada peretas.
Seiring pesatnya perkembangan ekosistem AI yang kini mampu beroperasi secara mandiri, pengguna diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan digital. Kaspersky menekankan bahwa penggunaan teknologi AI harus selalu diimbangi dengan proses verifikasi ketat terhadap keaslian aplikasi guna memastikan keamanan perangkat dan data pribadi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 12.30
Kaspersky: Asia Pasifik Dihantam 75 Juta Serangan Siber pada Paruh Pertama 2026
Berita terkait
Kaspersky Temukan Varian Baru Malware MacSync, Pengguna Mac Wajib Waspada
JPNN.com · 21 September 2026 pukul 15.17
Waspada MacSync! Malware Baru Curi Password dan Kripto di Mac
Detik.com · 21 September 2026 pukul 09.45
Trojan Perbankan Naik Gila-gilaan di Q1 2026: Awas Penipuan Berbasis AI!
Detik.com · 8 September 2026 pukul 15.30
Seram, Teknologi Canggih AI Sekarang Dipakai Hacker Hitam
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 22.35