Kaspersky: Asia Pasifik Dihantam 75 Juta Serangan Siber pada Paruh Pertama 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perusahaan keamanan siber Kaspersky melaporkan bahwa kawasan Asia Pasifik mengalami 75 juta serangan siber pada paruh pertama tahun 2026, tercatat dari Januari hingga Juni. Dari total tersebut, Kaspersky berhasil mendeteksi dan memblokir 3,4 juta serangan backdoor, 2,4 juta serangan pencuri kata sandi, serta 250.000 insiden ransomware. Semua serangan ini berasal dari sumber daring yang diarahkan ke wilayah Asia Pasifik.
Kepala Unit Riset Kaspersky GReAT untuk kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah, Sergey Lozhkin, memperingatkan bahwa pelaku kejahatan siber kini semakin memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mengotomatisasi pengintaian, mempercepat pengembangan malware, dan meningkatkan skala serangan. Ia menegaskan bahwa sedikitnya penurunan pada beberapa kategori serangan tidak berarti lanskap ancaman di kawasan ini melemah.
Kaspersky juga menyoroti bahwa Asia Pasifik masih menjadi target utama kelompok Advanced Persistent Threat atau APT, yaitu kampanye siber canggih yang bertujuan mencuri informasi sensitif atau melakukan spionase dalam jangka panjang. Dari 12 negara yang paling sering menjadi target APT secara global, lima di antaranya berada di Asia Pasifik, yakni China, India, Myanmar, Pakistan, dan Vietnam. Kaspersky saat ini memantau lebih dari 900 kelompok APT di seluruh dunia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 13.00
92 Ribu Serangan Siber Menyamar sebagai Aplikasi AI, ChatGPT Paling Banyak Dipalsukan
Berita terkait
IHSG Sesi 1 Menguat 1,25% ke 6.482,57, Transaksi Rp 8,18 T
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 12.22
AI Makin Mandiri, Kaspersky Ingatkan Kepercayaan Buta Manusia Bisa Jadi Bumerang
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 15.16
Serangan Siber Sasar Sistem Pajak Prancis, 678.000 Pengguna Terdampak
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 02.15
Sinopsis Film Unfriended: Dark Web, Teror Mengerikan dari Dunia Maya
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 17.00