Abu Krakatau Setinggi 7.000 Kaki Bergerak ke Banten, Ini Kata BMKG
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau bergerak pada ketinggian 2,1 km ke arah selatan dan barat laut pada 8 September 2026. Wilayah yang terdampak meliputi Banten Barat Daya, Lampung bagian selatan, dan Samudra Hindia barat daya Banten. Abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi mata dan kulit, batuk serta gangguan pernapasan, khususnya bagi penderita gangguan pernapasan. Pada sektor transportasi, abu dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan berkendara. BMKG memberikan imbauan agar masyarakat mengikuti informasi resmi dari BMKG, PVMBG/Badan Geologi, dan pemerintah setempat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 09.15
Ini Cara Aman Membersihkan Abu Vulkanik pada Kendaraan
kumparan · 7 September 2026 pukul 16.13
Gunung Anak Krakatau Berstatus Red Alert, Abu Vulkanik Capai 50 Ribu Kaki
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 13.42
Rute Bus Gratis Bandara Soekarno-Hatta, Ada ke Yogyakarta dan Surabaya
Detik.com · 6 September 2026 pukul 23.09
SMA-SMK di Banten Berlakukan PJJ 3 Hari Buntut Erupsi Anak Krakatau
Berita terkait
Pemkot Bandarlampung Buka Layanan Kesehatan Dampak Abu Vulkanik
JPNN.com · 6 September 2026 pukul 08.30
Pantau Aktivitas Anak Krakatau Usai Erupsi, Andra Soni Minta Masyarakat Siaga
Detik.com · 6 September 2026 pukul 20.09
Kenapa Debu Vulkanik Berbahaya untuk Pesawat Terbang? Ini Penjelasan Teknisnya
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 20.01
Abu Anak Krakatau Merebak, Kemenkes Siapkan Alat Kesehatan di Puskesmas
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 12.58